« Public forum discusses "Bangsa Yang Belum Selesai" | Blog home | About Max Lane »

business learning training articles new learning business training opportunities finance learning training deposit money learning making training art loan learning training deposits make learning your training home good income learning outcome training issue medicine learning training drugs market learning money training trends self learning roof training repairing market learning training online secure skin learning training tools wedding learning training jewellery newspaper learning for training magazine geo learning training places business learning training design Car learning and training Jips production learning training business ladies learning cosmetics training sector sport learning and training fat burn vat learning insurance training price fitness learning training program furniture learning at training home which learning insurance training firms new learning devoloping training technology healthy learning training nutrition dress learning training up company learning training income insurance learning and training life dream learning training home create learning new training business individual learning loan training form cooking learning training ingredients which learning firms training is good choosing learning most training efficient business comment learning on training goods technology learning training business secret learning of training business company learning training redirects credits learning in training business guide learning for training business cheap learning insurance training tips selling learning training abroad protein learning training diets improve learning your training home security learning training importance

If you will be in Jakarta August 12, 13 or 14 and want to see Pramoedya Ananta Toer's character from This Earth of Mankind, Nyai Ontosoroh brought onto the stage contact the NYAI ONTOSOROH PROJECT booking office asap;

Tel/fax: 62-21-8302028
Email: nyaiontosorohtheatre@yahoo.co.id

Performances are in Indonesian.

For more information in Indonesian see below.

SIARAN PERS

Pementasan Teater

Nyai Ontosoroh

Adaptasi dari novel Bumi Manusia karya novelis terbesar Indonesia Pramoedya Ananta Toer

12, 13, 14 Agustus 2007

Gedung Graha Bhakti Budaya TIM Jakarta

Gagasan

Pertunjukan teater Nyai Ontosoroh pada awalnya diprakarsai oleh Faiza Mardzoeki sekaligus penulis naskahnya. Ia mengadaptasi novel Bumi Manusia karya Pulau Buru Pramoedya Ananta Toer ke dalam naskah drama berjudul Nyai Ontosoroh . Ia sebelumnya pernah menggagas dan memproduksi teater berjudul Perempuan di Titik Nol, karya Feminist Mesir, Nawal El Saadawi, bersama aktivis perempuan dan seniman lainnya.

Munculnya gagasan "memanggungkan" buku Bumi Manusia karya Pram tersebut diawali dengan pemikiran buku tersebut penting dan menarik! Mengapa?

Novel Bumi Manusia berisi catatan perjalanan sejarah kita sebagai bangsa. Dan mengandung pelajaran-pelajaran penting sebagai perempuan, sebagai manusia. Saat membaca Bumi Manusia , kita bisa merefleksikan diri kita sendiri siapa kita, mengapa kita begini, lantas mau memilih tindakan apa? Hal ini tergambar secara jelas dalam tokoh perempuan Sanikem alias Nyai Ontosoroh, karakter yang dinarasikan oleh Minke – seorang sosok yang diinspirasikan oleh sang pemula kebangkitan pribumi sebagai awal kebangsaan, Tirto Adhisuryo.

Teater Nyai Ontosoroh, adalah kisah perlawanan Sanikem. Seorang perempuan yang dirampas kedaulatnnya justru oleh ayah kandungnya dan dihinakan oleh masyarakatnya. Ia menghadapi pergulatan hidup yang sesungguhya. Pengalaman dan lingkungannya telah menciptakan babak baru demi babak baru dalam hidupnya dan kemudian membentuk karakternya. Dalam upaya merebut kembali kedaulatannya Sanikem memilih jalan melawan. Kisah Nyai Ontosoroh dengan latar waktu Kolonial Belanda tetap aktual hinggá kini.

Mengapa teater?

Panggung drama (teater) dipilih sebagai media yang paling tepat untuk menghidupkan sosok Sanikem tersebut! Panggung diyakini sebagai media yang masih menyimpan kekuatan menyampaikan gagasan, gugatan sekaligus renungan, Penghayatan teks, pemeranan dan latihan-latihan menjadi kerja panjang yang menyenangkan dan penuh pembelajaran. Keseluruhan proses memakan waktu sekitar 2 tahun. Dari riset, penulisan naskah, diskusi-diskusi, kemudian pembentukan tim kerja, mencari dana dan mencari pemain, hingga latihan.

Sebelum melakukan pementasan teater Nyai Ontosoroh, bersama seniman dan aktivis dari berbagai daerah, diselenggarakan workshop naskah dan platform kerja, pada bulan Juni 2006 yang difasilitasi oleh PRM. Selain proses-proses tersebut di atas, juga telah diselenggarakan dua kali diskusi publik yaitu "Nyai Ontosoroh dan relevansinya dengan gerakan perempuan kini" dan diskusi dengan tema "Sosok perempuan dalam roman sejarah Pram". Kegiatan-kegiatan yang telah disebut tadi telah menunjang proses produksi teater ini, sekaligus menambah pemahaman tema yang diusung dengan melibatkan publik yang luas

Karya bersama aktivis dan seniman

Pentas teater Nyai Ontosoroh di Jakarta, tanggal 12, 13 dan 14 Agustus 2007 di Gedung Graha Bhakti Budaya TIM, disutradarai oleh Wawan Sofwan, seorang sutradara yang telah berpengalaman panjang, sejak dari kelompok StudiKlub Bandung. Ia menggarap banyak pementasan drama karya klasik barat, terutama karya Betorl Brecht, di antaranya Kebangkitan Arturo Ui yang dapat dicegah, dan menyutradarai musical teater, HONK, serta pentas monolog di beberapa negara di kawasan Eropa dan Australia. Kali ini ia dibantu oleh Rin Threesa, seorang sutradara perempuan muda dengan semangat kerja mengagumkan.

Happy Salma, seorang artis dan penulis, yang juga dikenal sebagai penggemar berat karya Pram berperan sebagai Nyai Ontosoroh . Ia telah melakukan kerja keras dalam latihan-latihan yang ketat bersama aktor-aktor lain. Mereka termasuk Nuansa Ayu (Sanikem) Williem Bivers (Tuan Mellema), Temmy Mellianto (Minke), Madina Wowor (Annelies), Hendra Yan (Ir. Mauritsz), Restu Sinaga (Robert Mellema), Teuku R. Wikana (Robert Suhrof), Fellencia (Maiko), Harrist (Babah Ah Tjong), Joind Bayuwinanda (Bupati Brojonegoro), Bowo GP (Sastro Tomo), Pipien Putri (istri Sastro Tomo), Budi Ketjil (Darsam), Ayu Diah Pasha (Bunda Minke), Ayes Kassar (Jean Marrais) Sita RSD (Magda Peters), Rebecca Hensckhe, Rusman dan Rudi Wowor.

Teater Nyai Ontosoroh merupakan produksi bersama Institut Ungu, Jaringan Nasional Perempuan Mahardhika dan Perguruan Rakyat Merdeka, bersifat non profit. Didukung oleh berbagai organisasi LSM, atara lain Elsam, Jari, Koalisi Perempuan Indonesia, Kalyanamitra, LBH APIK, Perkumpulan Praxis, Kontras, Komunitas Ciliwung, Perkumpulan Seni Indonesia, Pramoedya Institut Solidaritas Perempuan, Voice of Human Rights dan Yappika

Pada tim managemen produksi, kerja kolaborasi ini diproduseri oleh Faiza Mardzoeki dan Andi K Yuwono, serta didukung oleh berbagai individu yang menggawangi terwujudnya pementasan, antara lain Irina Dayasih, Dewi Djaja, Yulia Evina Bhara, Vivi Widyawati, Tedjo Priyono, Katarina Puji Astuti, Efriza, Siti Ma'rifah, Ratnaningsih, Eko Bambang Subiantoro, Lilik Munafidah, Warsito, Sigit Pranowo, Agung Wirayudha, Sidarta, Ripana Puntarasa, Putri Miranda dan Myra Diarsi sebagai penanggung jawab.

Pementasan Teater Nyai Ontosoroh menjadi sebuah kerja budaya kolektif dari berbagai spektrum. Para aktivis, feminist, seniman teater, pemain film, pematung, perancang busana, musisi dan mereka yang baru memasuki dunia panggung. Kami beragam dan kami kerja bersama.

Selain kita bisa menikmati keasyikan cerita, permainan para aktor yang telah latihan berbulan-bulan, kita juga akan menyaksikan tata panggung yang dikerjakan oleh pematung perempuan terkemuka, Dolorosa Sinaga, dengan tim kerjanya Gallis AS, seorang seniman topeng yang juga telah banyak terlibat dalam proyek pementasan teater. Kita akan dibawa ke nuansa masa lampau dengan rancangan busana sekitar 40 pakaian masa kolonial yang dikerjakan oleh desainer, Merdi Sihombing. Tata musik oleh musisi yang telah banyak menciptakan komposisi musik untuk film dan teater, Fahmi Alatas dengan tata suara oleh Mogan Pasaribu. Tata lampu dikerjakan oleh Aziz Dying dibantu Sari Suci dan laku gerak oleh koreografer perempuan, Pipien Putri. Ada lagi, Jerri Pattimana bertindak sebagai manager panggung.

Pementasan di luar Jakarta

Selain pementasan yang akan berlangsung di Jakarta, Nyai Ontosoroh telah dipentaskan terlebih dahulu di berbagai daerah, sejak dari bulan Desember 2006 s/d bulan Juni 2007 lalu. Dikerjakan oleh seniman dan aktivis daerah dengan beragam tafsir dan gaya pementasan berbeda-beda. Group teater daerah yang telah mementaskan Nyai Ontosoroh yaitu Teater Bersama Bandung, sutradara Yunis Kartika; Teater Gidag-Gidig, Solo, sutradara Handinawan; Teater mahasiswa UGM Jogyakarta, sutradara Gati Andoko; Teater Topeng, Pontianak, sutradara Budi Kaka; Teater Satu Lampung, dengan sutradara Imas Sobariah; dan Teater Institut Unesa Surabaya, sutradara Giryadi.

Pendukung dan Sponsor

Teater Nyai Ontosoroh mendapat dukungan keuangan dari individu-individu yang menaruh perhatian pada masalah seni, sastra dan perempuan (para aktivis, wartawan, akademisi, pengusaha dan seniman). Selain itu, kedutaan luar negeri di Jakarta seperti Kedutaan Finlandia, Kedutaan Belanda, HIVOS, CMC, LSM-LSM perempuan dan HAM dan perusahaan swasta seperti The Body Shop juga telah membantu mendanai proyek pementasan ini. PT Danone, Cafe Darmint dan La tulip turut serta berkontribusi bagi terlaksananya kegiatan. TK Blossom dan Galeri Nasional juga menjadi bagian penting karena telah memfasilitasi ruangan lapang untuk proses latihan dan Goethe Haus yang telah membantu menyediakan ruangannya untuk diskusi publik.

Media patner kami, khususnya majalah Femina, Kompas dan Radio 68 H, Radio Delta, Female Radio telah mendukung dengan menyiarkan pentas teater Nyai Ontosoroh ke publik yang luas.

Harapan kami, pementasan teater Nyai Ontosoroh bisa memberi sumbangan pemikiran dan renungan bagi proses berbudaya dan berbangsa di Indonesia serta bisa menjadi tontonan panggung yang apik.

Selamat menyaksikan !

Jakarta, 20 Juli 2007
Tim Publikasi dan Humas Teater Nyai Ontosoroh.
Kontak: Manager Publikasi: Yulia Evina Bhara di 08159311348
Sekretariat :Jl. Tebet Barat Dalam II D, NO. 21, JakartaTelp/fax: 21-8302028
Email: nyaiontosorohtheatre@yahoo.co.id Multiply: http://nyaiontosorohtheatre.multiply.

The Authors

About the Blog

This blog is aimed to foster serious discussion on international and asian affairs.
More